email: omkoodok@gmail.com

Sorak Jakarta Jalan Sumber Pelita, Sumur Batu, Kemayoran, Jakarta Pusat Menyambur HUT DKI Jakarta


Aduh kenapa saya kok selalu telat menerbitkan berita, satu bulan baru dapat satu artikel. Kenapa jadi pamalas begini ya hahaha. Sebenarnya keinginan untuk menulis itu sangatlah menggebu. Kalau bicara soal bahan cerita, banyak sekali. Photo-photo juga numpuk di memori hadrdisk bahkan di memori handphone juga sudah berjubel, alias penuh. Mau dihapus, jika belum pernah dipublish, rasanya kok sayang banget. Sebab apa? Untuk mendapatkan photo-photo tersebut juga penuh dengan perjuangan. Alias tidaklah mudah.

Ya ya ya, semakin kesini kok semangat menulis menurun drastis. Beda dengan tahun-tahun sebelumnya yang tergolong sangat aktif dan produktif. Lah mau giaman lagi, sekarang memang sudah eranya berbeda. Konten artikel punya nilai yang sangat rendah sekali. Kayaknya sudah tidak ada harganya lagi hahaha. Jangankan konten artikel, konten photo atau konten gambar sudah gimana gitu hahaha. Ya harap maklum, sekarang memang eranya konten video. Belum ladi dengan adanya AI (artificial intelligence), kagak perlu capek-capek broewsing.




Tinggal ketik atau ngomong di aplikasi chat GPT, Gemini atau punya AI Facebook Meta AI. Langsung itu deretan paragraf-demi paragrag bermunculan. Aduh dunia kok semakin canggih saja. Kepandaian mesin yang hampir mendekati kepandaian manusia itu sendiri. Nah itu, jika ngeblog sudah minim minum membuahkan hasil. Kalau ngeblog hanya dibuat hiburan, sedangkan ngeblog juga membutuhkan modal dan biaya. Lama-kelamaan kan juga lemes hahaha. Ibarat orang dagang. lama-lama juga tekor. Aduh saya kok keterlaluan banget sambatnya.




Sebenarnya hal semacam ini, tidak hanya dirasakan oleh Blogger saja. Tapi juga oleh situs-situs besar lainnya. Makanya harus mencari celah pendapatan lainnya. Entah itu merangkap menjadi konten kreator video. Setiap aplikasi media sosial dicoba. Sekarangkan, hampir semua media sosial bisa menghasilkan uang. Apasalahnya jika tidak dicoba. Yang lagi booming, mungkin facebook pro maupun di tiktok. Atau mungkin membuka usaha offline, seperti berdagang atau menjadi driver online. Intinya menjadi seorang penulis online, kini sepi job hehehe.




Dah ah, saya mau cerita yang lainnya saja. Nanti terlalu banyak sambat juga tidak baik. Hidup kok cuma berkeluh-kesah saja. Dikiranya tidak pandai bersyukur. Ya semua kehidupan ini memang ada masanya. Dan semuanya bergulir dan silih berganti. Sekarang memang lagi eranya konten video, siapa tahu, tahun depan konten artikel dan photo punya tempat di hati kembali. Photo-photo yang saya sajikan disini, punya manfaat bagi orang lain. Lain waktu, mungkin menjadi sebuah kisah indah.

HUT DKI Jakarta, warga Jalan Sumber Pelita RT06/.RW 01 mengadakan Festival Budaya dengan nama Sorak Jakarta. Sungguh luar biasa, saya pun takjub dibuatnya. Jarang sekali sebuah rukun warga yang begitu semangat bergotong-royong mau mengadakan hajatan yang meriah dan penuh semarak. Apalagi hajatan ini rutin digelar saban tahunnya. Entah tahun ini sudah yang keberapa kali, saya pun tidak sempat mewawancari panitianya. Karena saat itu, semuanya lagi sibuk dan saya pun juga sibuk memotret dan bikin video.




Sebelum acaranya dimulai, sempat turun hujan gerimis. Tapi Alhamdulillah, jam sembilan pagi cuaca sudah cerah. Festival Budaya Sorak Jakarta sudah bisa dilaksanakan, dengan mengarak keliling Ondel-ondel Betawi Sanggar Bintang Sartikal. Tidak hanya ondel-ondel saja, tapi ada juga kesenian barongsai. Pokoknya super meriah, sambutan dari masyarakat sepanjang jalan juga begitu gemuruhnya. Masyarkat yang dilalui, sangat bergembira. Peserta karnaval jadi tambah semangat dong!

Acaranya selanjutnya adalah Palang Pintu Betawi. Sudah menjadi tradisi, jika sebuah hajatan Betawi sebelum dilaksanakan ada budaya ketuk pintu, yang dikenal dengan istilah palang pintu. Ada saut-sautan puisi atau pantun yang kocak, bikin ngakak dan adu ketrampilan pencak silat, khas betawi. Setelah acara palang pintu, Festival Budaya Sorak Jakarta Jalan Sumber Pelita, Sumur Batu, Kemayoran, Jakarta resmi dibuka.

Sebuah festival budaya yang sungguh luar biasa, melestarikan dan memperkenalakan budaya kepada masyarakat. Sehingga generasi ke genarasi tidak akan pernah lupa dengan akar budayanya sendiri, khususnya budaya Betawi. Tidak hanya budaya ondel-ondel maupun barongsai, masyarakat juga diperkenalkan dengan kulineran. Dari aneka minuman atau makanan khas Betawi, entah itu dodol betawi atau kerak telor

Related Posts

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
Back To Top