Bisnis SimCard Telephone Semakin Lesu


SimCard Telephone

SimCard Telephone atau yang lebih mudah diucapkan Kartu SIM telepon. Ada yang tahu apa itu kepanjangan dari SIM? Surat Ijin Mengemudi. Bukan, itu mah kartu SIM bagi pengendara motor. Dalam hal ini SIM kepanjangannya  adalah Subscriber Identiya Module. Sebuah kartu yang ditaruh di perangkat telepon yang nantinya berfungsi sebagai alat komunikasi. Di SimCard Telephone ini ada kode unik sebagai pengenal atau identitas. Kalau bahasa awamnya, nomor telepon.

Awal saya mengenal blog. Dan lagi semangat-semangatnya menulis, saya paling demen berburu nomor kartu perdana telepon. Mengincar bonus kuota internet. Sudah tidak terhitung jumlahnya kartu perdana yang saya beli. Bonus kuota internet habis, beli kartu perdana baru lagi. Bahkan sempat menyentok banyak. Pokoknya jika ada operator yang jor-joran bonus kuota internet, langsung saya sergap. Diamankan dulu. 

Kini sekarang saya menggunakan layanan internet IndiHome. Tampak lebih murah untuk berselancar dunia maya. Bisa menghemat pengeluaran. Kapan pun bisa duduk manis di depan komputer. Tanpa rasa kuatir kehabisan kuota internet.

Kalau soal nomor telepon cantik. Saya termasuk penyuka nomor cantik itu. Datang ke gerai konter telepone besar, demi melihat deretan nomor-nomor telepon. Bahkan, gerai telepon disetiap gang atau pinggir jalan raya dekat ruam, saya  sambangi. Hanya sekedar melihat nomor-nomor itu. Tidak hanya itu saja, saya juga membaca koran terbitan lokal yang ada iklan jual nomor perdana telepon. Dan akhirnya saya pun mendapatkan nomor unik dan cantik. Dalam hal unik dan cantik, tergantung selera individu. Simcard telephone itu dijual dengan harga lima ratus ribu rupiah. Harga yang tergolong besar untuk saat itu. Tapi, karena sudah cinta apa boleh buat. Dibeli juga.

Soal bisnis simcard sekarang bagaimana? Saya punya teman yang dulunya kerja keliling kounter untuk menawarkan katu perdana telepon. Dan katanya keuntunganya lumayan besar. Bonusnya berlipat-lipat. Belum lagi dari keuntungan jualan pulsa.

Tapi kini sepi. Semenjak ada peraturan dari pemerintah yang membatasi pemilikan nomor telepon. Belum lagi registrasi yang menyulitkan, harus dengan nomor KTP Dan nomor KK. Ribet bukan? Tidak seleluasa seperti dulu, bisa gonta-ganti kartu perdana telepon sesuka hati. Belum lagi, harga kuota internet yang semakin terjangkau. Tidak ada lagi persaingan yang mencolok antar sesama provider.

Related Posts

7 komentar

  1. Oh bukan Surat Izin Menelepon atau Memanggil ya.... Hehehe

    BalasHapus
  2. kartu perdana jarang yang beli mas
    kebanyakan beli paket

    BalasHapus
  3. Waduh, ngabisi banyak nomor telepon demi mengejar paket internet murah, hahaha... Keren udah pernah beli nomor cantik dengan harga mahal. Ditunggu review nya

    BalasHapus
  4. Sudah sesuai hukum ekonomi bang.

    BalasHapus

 
Back To Top