Adu Nyali di Sendang Sumber Cagaksari Klaten

Sumber Cagaksari

Mencari ide untuk cerita blog, tergolong gampang-gampang susah. Kadang ide itu mengalir dengan derasnya. Sehari bisa lebih dari satu. Menulis dan merangkai kata dengan mudahnya. Tapi jika pas buntu, ya ampun betapa sulitnya. Menyusun kata demi kata, terasa berat. Benar-benar beku. Waktu habis termakan kebingungan. Ya, karena terlalu banyak bengong di depan komputer.

Sebenarnya ada banyak hal yang ingin disampaikan. Photo-photo untuk bahan berita sudah tersajikan. Hati dan pikiran kurang mood, tidak mendukung. Suasana jadi terganggu. Ya, begitulah, menjadi penulis itu berat dan banyak kendalanya. Maka jarang sekali orang yang mau menjadi blogger. Lebih asek menjadi youtuber. Atau paling lebih enak lagi, menjadi seorang yang demen nyinyir di media sosial.

Menjadi blogger itu sebuah pilihan. Sekaligus sebuah profesi. Tempat mencari atau mengais rezeki. Mau tidak mau, ya akhirnya harus dilakoni. Kalau tidak menulis, otomatis berpengaruh pada pendapatan bulanannya. Dolar dan rupiah jadi tersendat.

Sumber Cagaksari

Walau ada juga, orang yang menjadi blogger  hanya sekedar buat selingan. Hanya sekedar kesenangan. Sehingga tidak begitu memperdulikan atau berharap dengan imbalan dari menulis atau menjadi seorang blogger. Dia sudah cukup dengan pendapatan rezeki di dunia nyata.

Aduh paragraf pembukanya kok jauh sekali melencengnya ya. Ingin cerita tentang Sendang Sumber Cagaksari, kok jadi ngelantur kemana-mana. Sendang adalah tempat pemandian umum. Sedangkan kata Sumber, untuk menyebut kumpulan mata air. Sehingga pada umumnya orang menyebut Sumber Cagaksari atau Umbul Sumber Cagaksari.

Di Dusun Cagak paling banyak terdapat sendang alami. Sekitar ada lima sendang. Dan yang paling besar aliran mata airnya adalah Sendang Sumber ini. Dulu, masyarakat sekitar Cagaksari, termasuk dusun Ngawen jarang sekali setiap rumah memilik kamar mandi atau kakus. MCK, Mandi Cuci dan Kakus.

Sehingga kalau pagi atau sore, ramai sekali. Ada yang mandi, mencuci dan sebagainya. Kadang harus rela antri. Tapi kini sepi, karena semakin sadarnya akan privacy. Setiap rumah kini memiliki sarana kamar mandi dan WC sendiri. Kejayaan Sendang Sumber habis sudah.

Saya punya pengalaman tersendiri dengan Sumber Cagaksari. Karena dulu memang suka mandi disana. Hal yang paling saya ingat adalah adu nyali. Kalau tengah malam suka kesana sendirian atau bersama teman. Bersemedi. Waktu itu belum terlalu banyak penerangan. Sehingg kalau malam, gelap gulita sekali.

Iya, bersemedi. Sekedar ingin berbicara secara batin dengan penunggu Umbul Sumber Cagaksari. Atau sesekali memasukan jin penunggu Sumber ke dalam tubuh. Akhirnya kesurupan dan mengoceh dengan sendirinya. Hal yang konyol sebenarnya ya? Kalau malam, jin penunggu Sumber ini sering menampakan diri. Bahkan ada orang yang dibuat ketakutan.

Related Posts

7 komentar

  1. Wah, jadi penasaran dengan jin penunggu.

    BalasHapus
  2. Ide menulis memang kadang datang sendiri, cuma kadang kitanya juga gak mood. ��

    BalasHapus
  3. Biasanya hasil komunikasinya gmn mas ?

    BalasHapus
  4. Ngeri amat om uji nyali disitu, saya mah up dah ga berani walau dikasih duit

    BalasHapus
  5. Kok sereem sih itu sendangnya. Airnya juga sepertinys sudah kurang jernih, apa hanya akibat kemarau yang berkepanjangan seperti sekarang?
    Eh, Om Koodok ini orang Klaten kah?
    Kalau iya , kita tetanggan kota dong. Saya Wonogiri Om. Malah kecil saya , dari tk sampai kelas dua sd tinggalnya di klaten. di Desa Barepan, Cawas. Kebetulan bapak ibu saya penempatan pertamanya jadi guru sd di sana. Tapi soal air, pengalaman saya buruk sih. Waktu di klaten saya sering kena penyakit eksim. Kata orang sih, saya kecil tidak cocok dengan air klaten. Kata orang tua saya, sampai saya dikasih makan kodok goreng eh swike kali ya maksudnya dan tokek. Euuuyy..
    Eh, kok jadi kepanjangan sih cerita saya. Kapan kapan kalau ke klaten pengen ah tengok ini sumber airnya :)

    BalasHapus

 
Back To Top